Pages

Aug 15, 2011

SUSUNAN KEPENGURUSAN UKMI AR- RAHMAN FBS 2011- 2012

SUSUNAN KEPENGURUSAN UKMI AR- RAHMAN FBS 2011- 2012

Leko Muhayya Koordinator FBS/P. Seni rupa/2010
Justianus Tarigan Sekretaris FBS/P. B. Indo/2010
Widya Sari Lubis Bendahara FBS/P. B. Jer/ 2010

Departemen Rekruitmen dan Pembinaan Kader (RPK)

Irwan Syahputra Koordinator FBS/B. Ing/2010
Melda Febrianti Sekretaris FBS/ B. Jer/ 2010
Muhammad Yusuf Staff FBS/ Sendratasik/2010
Mukhlis Al-Anshor Staff FBS/B. Indo/2010
Karmila Sari Ritonga Staff FBS/ B. Ing/ 2010
Aisyah Staff FBS/ B. Jer/ 2010

Departemen Syi’ar dan Pelayanan Kampus (SPK)

Ali Muis Dongoran Koordinator FBS/B. Ing/2010
Ade Triwanna Lubis Sekretaris FBS/ B. Jer/ 2010
Eka Brenta Sembiring Staff FBS/B. Indo/2010
Ryan Dalion Staff FBS/B. Jer/2010
Winda Sriana Staff FBS/ B. Ind/ 2010
Ida Marohana Staff FBS/ Seni Tari/ 2010
Dewi Apriani Staff FBS/ B. Ind/ 2010
Suci Muslihani D. Staff FBS/ B. Ing/ 2010
Sakinah Annisa Mariz Staff FBS/ B. Ind/ 2010
Ulfa Zaini Staff FBS/ B. Ind/ 2010
Siti Nurhayati Staff FBS/ S. Ing/ 2010

Departemen Keputrian

Nurwidasari Lubis Koordinator FBS/ B. Ind/ 2009
Nur Irma Sari Dewi Sekretaris FBS/ B. Jer/ 2010
Fitrah Nur Aidillah Staff FBS/ B. Ind/ 2010
Murni Tinambunan Staff FBS/ B. Pran/ 2010
Maharani Nainggolan Staff FBS/ B. Ind/ 2009
Siti Rabi’ah Staff FBS/ B. Jer/ 2010
Fathur Rizki Arifiani Staff FBS/ B. Ing/ 2010

Jun 15, 2011

Announcement:

1. Pembayaran SPP Mahasiswa Lama 20 Juni-29 Juli 2011.
2. KRS Online 25 Juli-12 Agustus 2011.
3. PPL 25 Juli-15 Oktober 2011.
4. PAMB 10, 11, 12 Agustus 2011.
5. Perkuliahan Semester Ganjil 15 Agustus-17 Desember 2011.
6. Libur Idul Fitri 26 Agustus-03 September 2011.
7. Wisuda 19-20 Oktober 2011.

Dto.
a.n. Rektor Universitas Negeri Medan
PR I Universitas Negeri Medan

Halaqoh Usbu’iyah Muntijah - Majlis Pekanan Yang Ideal.

Copy from Islamedia.

Halaqoh Usbu’iyah (majlis pekanan) adalah salah satu sarana terpenting diantara Wasail tarbawi yang ada, bukanlah disebut tarbiyah tanpa adanya halaqoh, ia adalah asas (dasar) dari tarbiyah, dan ia adalah pondasi tegaknya dan terlaksananya seluruh agenda tarbawiyah, jika halaqohnya kuat, maka dia akan memiliki daya dorong yang kuat pula bagi terlaksananya agenda tarbawiyah, jika halaqohnya lemah maka efek yang akan ditimbulkan adalah tersendatnya, bahkan tak terlaksananya agenda tarbawiyah dengan baik.



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS 58.Al Mujadilah – Ayat 11]
Lalu halaqoh yang bagaimanakah yang dimaksud :
Ciri-ciri Halaqoh Usbu’iyah Muntijah

1. Halaqoh Imaniyah : Halaqoh yang mampu meningkatkan keimanan para anggotanya, maka program yang menunjang peningkatan keimanan harus berjalan , salah satunya adalah programTilawatil Qur,an dan menghafalnya .

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.[QS 8.Al Anfal – Ayat 2 ]


2.Halaqoh ‘ubudiyah shohihah : Halaqoh harus memutaba’ah (evaluasi) ibadah yang dilakukan oleh para anggotanya untuk memastikan bahwa ibadah anggota halaqoh dalam keadaan baik sebagai refleksi keimanan yang terus bertambah.bagaimana sholat berjamaahnya,sholat sunnahnya, shaum sunnahnya, dzikir ma’tsurotnya ,mabit (katibah) dll.
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلاً
Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. [QS 73.Al Muzzammil – Ayat 8 ]



3. Halaqoh ‘Ilmiyah Tsaqofiyah : Halaqoh harus memiliki program Ilmiyah, seperti bedah buku, atau sesekali menghadirkan murobbi tamu untuk mengajarkan satu bidang ilmu.atau halaqoh dapat memberikan dorongan motivasi bagi anggotanya untuk menuntut ilmu syar’I atau ilmu lainnya seperti politik,social, pendidikan dll. dalam rangka membentuk kader berkwalitas baik ilmu dan wawasannya.


Rasululloh SAW bersabda :
” Idza Aradallohu biabdi khoiron ,Ayyatafaqqohu Fiddiin “
Artinya : "Jika Alloh meghendaki kebaikan atas seorang hamba maka :dijadikanlah dia faqih (faham) terhadap agamanya “.

4. Halaqoh Ukhuwah Imaniyah : Halaqoh harus mampu menyatukan hati(Irthibatul Qulub) para anggotanya dengan program-program ukhuwah, setiap anggota halaqoh harus bertaaruf (saling mengenal) satu dengan yang lainnya,saling memahami (tafahum) diantara mereka, hingga sampai kepada tingkatan saling menanggung (Takaful), atau Saling menolong satu dengan yang lainnya ( Taawun).untuk mewujukan rasa ukhuwah diantara mereka.Adapun program yang dapat dilakukan diantaranya Rihlah ,olahraga bersama (Riyadhoh), Saling mengunjungi (Ziaroh), makan bersama, Iftor jamai (buka puasa bersama) dengan demikian akan tercipta rasa rindu diantara mereka jika tak bertemu.
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS 3.Ali ‘Imran – Ayat 103 ]


5. Halaqoh da,wiyah wal harokiyah : Halaqoh harus mampu membangun kesadaran berdakwah dan berharokah kepada para anggotanya, karena itulah sesungguhnya misi utama dari halaqoh usbu’iyah,jika halaqoh tak mampu melahirkan kader dakwah ibarat pohon yang tak berbuah, ibarat telur yang dierami tak pernah menetas (mungkin telurnya busuk) , atau ibarat menikah tak jua punya anak.

Firman Alloh SWT dalam surat Ali Imron ayat 79

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَاداً لِّي مِن دُونِ اللّهِ وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani , karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.[QS 3.Ali ‘Imran – Ayat 79]


Atau hadits nabi “ Khoirukum manta’alamal Qur ana wa’alamahu (Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Alqur,an dan mengajarkannya).

Dengan melaksanakan unsur-unsur diatas secara maksimal maka sebuah halaqoh akan menjadi pertemuan yang dinanti, memberikan rasa aman dan nyaman bagi para anggotanya, bahkan dia mirip sebuah hubungan keluarga, dan merasa ada keterikatam dan keterkaitan antara mereka.

Namun jika halaqoh tidak memenuhi unsur –unsur diatas maka dikhawatirkan akan menjadi sebuah pertemuan yang monoton, menjemukan dan memiliki kecenderungan dan potensi futur yang besar pagi para anggotanya.

Wallohu 'alam,
http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/05/mridwan.jpg
Ustadz Muhammad Ridwan

May 26, 2011

AIR KOPI, GULA DAN DANAU

Ada seorang bijak yang hidup di jaman dahulu kala, dimana beliau dikenal sebagai seorang yang bijaksana oleh masyarakat sekitarnya.
Lalu suatu hari datang seorang pria yang merasa hidupnya sial , bermasalah.
Dalam keadaan hati yang tak menentu pria ini datang ke orang bijak tersebut.
Setelah menceritakan segala keluhannya, si bijak mengajak pria tersebut ke sebuah danau, yang airnya bening segar.
Kemudian si bijak ini mengambil air di danau tersebut dua gelas.
Terisi yang satu diisi segenggam gula manis.
Yang satunya diisi kopi yang pahit
Dan genggaman gula dan kopi yang lain ditaburkan ke danau itu.
Setelah itu diberikannya gelas tersebut ke pria itu , dan menyuruh meminumnya.
Berkata si bijak “Bagaimanakah rasa air yang diberikan bubuk kopi itu ?”
Pria “Terasa pahit sekali dan tidak mengenakkan”
Si bijak “Bagaimanakah dengan gelas yang terisi gula itu ? “
Pria “Terasa manis dan menyenangkan “
Lalu si bijak mengajak pria itu mencicipi air yang ada di telaga.
Berkatalah si pria
“Ini hanya tetap terasa air bening yang segar meski kau taburkan genggaman gula dan kopi”
Berkatalah si bijak “Itulah kehidupan, ada kalanya kita merasakan kepahitan, ada kalanya kita merasakan kemanisan. Maka bukalah hati kita ini seluas danau nan bening,, sehingga apapun pahit dan manis tetap akan berasa air bening yang menyegarkan. Jadi bersikaplah seperti air danau ini agar masalah teratasi dengan jernih, tenang dan menyegarkan."