Pages

Showing posts with label Akademik. Show all posts
Showing posts with label Akademik. Show all posts

Mar 11, 2012

Prestasi dan Kontribusi


By: Nurhasanah Sidabalok
Staff Dept. RPK UKMI Ar- Rahman UNIMED 2011- 2012 

Berprestasi adalah impian setiap mahasiswa. Melihat nama di papan pengumuman mading sebagai pemenang lomba, peserta terbaik dalam sebuah event, delegasi kampus dalam acara kunjungan maupun perlombaan, pemenang PKM, mawapres  dan berbagai kemungkinan lainnya adalah saat yang ditunggu- tunggu. Satu lagi, pengumuman penerima beasiswa juga menjadi satu hal menarik di kalangan mahasiswa. hal- hal demikian dirasa menjadi prestasi yang akan memberikan motivasi lebih lagi untuk berkarya di masa yang akan datang serta upaya penokohkan diri.

Namun benarkah prestasi hanya dilihat dari pengumuman- pengumuman itu?
Seorang muslim juga tentu dituntut untuk berprestasi dalam hidupnya. Bagaimanakah seorang muslim memaknai kata prestasi? Dalam Islam, prestasi dikaitkan dengan amal soleh. Ketika seseorang mampu beramal soleh di sekelilingnya, maka saat itu pula dia dikatakan berprestasi. Dengan kata lain, dia melakukan sesuatu untuk orang lain dimana orang lain merasakan manfaat atas apa yang dia lakukan.

Karakter dasar seorang muslim adalah memberi manfaat kepada sesamanya, bukan berpangku tangan atau bersikap masa bodoh dengan kemampuannya, apalagi mencegah orang lain memberi manfaat. Terkait hal ini, sahabat Umar bin Khattab yang terkenal dengan ketegasannya mencela sikap Muhammad bin Maslamah yang melarang Dhahak bin Khalifah yang ingin membuat saluran air. Umar berkata,”Kenapa kamu menghalangi saudaramu untuk membuat sesuatu yang bermanfaat baginya dan bagimu juga, kamu bisa minum darinya dan itu tidak membahayakanmu?” (HR. Malik)

Jika kita lihat di sekeliling kita, masih banyak mahasiswa yang masih sibuk berpikir akan nilai tanpa memperhatikan manfaat yang bisa diberikannya pada orang lain. Terlalu asyik dengan dunianya sendiri tanpa mencoba sedikit memikirkan manfaat apa yang bisa orang lain rasakan darinya. “Sori deh, boro- boro bantuin dia, gue aja kewalahan”. Mungkin demikian jawaban beberapa teman yang ketika ditanyakan alasannya bersikap masa bodoh. Atau mungkin merasa rendah diri dengan kekurangannya, “Wah, mana ada yang bisa diandalkan dariku”. Kedua alasan itu hanyalah alasan yang dibuat- buat untuk menghindar dari sebuah tanggungjawab. Tidak inginkah kita sedikit berbagi dengan orang lain? Layakkah kita membatasi kemampuan diri sementara Tuhan kita telah memberikan banyak potensi pada kita? Sudahkah kita aktifkan seluruh tombol- tombol dari sisi kehidupan kita hingga bisa memberi kontribusi lebih?

Kita dituntut untuk berkontribusi, bukan hanya meminta kontribusi orang lain. Hal ini sejalan dengan didikan Rasulullah kepada para sahabat yang baru masuk Islam kala itu, yakni didikan berdakwah dengan semangat memberi kepada orang lain, semangat memfungsikan apa saja potensi yang dimiliki.

Status mahasiswa semoga tidak hanya sebatas status di KTM yang melayakkan kita mengikuti berbagai seleksi beasiswa dalam dan luar negeri, mempunyai hak untuk hidup nyaman dengan kucuran dana orangtua, ataupun berfoya- foya bersama teman kampus dengan alasan menikmati masa muda. Sesungguhnya kita harus lebih banyak berpikir akan apa yang bisa kita berikan dengan status mahasiswa yang kita punya. Saat ini ssudah kita pahami bersama, maka nilai bukan lagi menjadi orientasi utama kita untuk duduk di bangku perkuliahan. Namun yang menjadi titik tujuan kita adalah manfaat. Bukankah Rasulullah pernah bersabda,”Sebaik- baik kamu adalah yang paling bermanfaat diantaramu?

Jika kita berpikir nilai bagus kita akan mendongkrak nilai teman- teman kita juga, kenapa harus dapat nilai buruk?
Jika datang ke kampus lebih awal dan membantu teman yang kesulitan belajar, kenapa harus datang terlambat?
Jika singgah sebentar di mushola dan membuat saudara kita tersenyum, kenapa harus tergesa- gesa melewatinya?
Jika bergeser sedikit dari tempat duduk di dekat pintu angkot dan memudahkan penumpang lainnya untuk duduk nyaman, kenapa harus bertahan duduk di sana?
Jika berjalan dengan penuh semangat ceria dan membuat saudara kita merasa bahagia kenapa harus merengut?
Jika sesuatu itu baik dan bermanfaat, kenapa tidak kita kerjakan?

Saat mahasiswa berpikir seperti ini, maka tidak akan kita temukan lagi berbagai kebencian, permusuhan, ketakutan, kesedihan. Semua akan berupaya untuk menciptakan ketenangan dan memberikan solusi untuk masalah- masalah yang ada. Hingga mahasiswa menjadi leader opinion di tengah masyarakat dan saat itulah prestasi terbesar baginya.
Semoga bermanfaat. Salam kontribusi! (11/03san)

Feb 8, 2012

Penerimaan Beasiswa PPA dan BBM UNIMED 2012


Sesuai dengan  surat Pembantu Rektor III perihal penerimaan Beasiswa BBM dan PPA bagi mahasiswa UNIMED tahun 2012, maka dengan ini diumumkan kepada mahasiswa FBS yang ingin mendapat beasiswa agar segera mengajukan permohonannya dengan persyaratan sebagai berikut:
1.   Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA untuk 170 orang), dengan prioritas sebagai berikut:
a.       Mahasiswa yang memiliki IPK tertinggi
b.      Mahasiswa yang bagi orangtuanya paling tidak mampu

2.   Beasiswa Biaya Belajar Mahasiswa (BBm untuk 170 orang), dengan prioritas sebagai berikut:
a.       Mahasiswa yang orangtuanya paling tidak mampu
b.      Mahasiswa yang memiliki IPK tertinggi

3.   Mahasiswa regular yang duduk pada semester II hingga semester VIII yang memiliki IPK serendahnya 3,00 (khusus PPA) dan 2,75 (khusus BBM). Khusus untuk mahasiswa semester II, IP serendahnya 3,75

4.   Mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor UNIMED untuk mendapatkan bantuan *dengan melampirkan berkas:
a.       Fotocopy KTM, KRS, dan Kwitansi pembayaran SPP semester genap 2011/ 2012
b.      Fotocopy rekening listrik bulan Januari 2012 atau bukti pembayaran PBB dari alamat orangtua
c.       Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain* pakai materai Rp. 6000,-
d.      Fotocopy Kartu Keluarga (dileges lurah/ kepdes setempat)
e.       Fotocopy KHS terakhir
f.       Surat Keterangan Tidak Mampu atau layak mendapat bantuan beasiswa yang dikeluarkan oleh kelurahan atau kepala desa alamat orangtua (khusus pemohon beasiswa BBM)
g.      Surat Keterangan Penghasilan orangtua pemohon beasiswa PPA oleh Lurah/ Kepdes yang bagi orangtuanya bukan PNS atau pegawai swasta atau BUMN. Bagi orangtuanya PNS/ Swasta/ BUMN harus disertakan fotocopy daftar gaji yang telah dileges
h.      Fotocopy buku rekening BNI (wajib dilampirkan, jika tidak ada, tidak akan diproses)

5.   Permohonan paling lambat Kamis, 16 Februari 2012 pukul 15.00, diantar sendiri ke Kasub kemahasiswaan FBS Ged. 69 Lt. II

6.   Masing2 berkas dibuat rangkap 2 dan disusun menurut urutan seperti di atas


7.   Warna map disesuaikan dengan jurusan masing2

8.   Lebih diprioritaskan apabila pemohon membuat PKM- AI atau PKM- GT yang sesuai dengan ketentuan dan siap dikirimkan  (lihat buku panduan pada dp2mdikti.go.id)

9.   Di depan map dituliskan identitas yang lengkap antara lain; 1. Nama, 2. Nim, 3. Jurusan, 4. IPK, 5. Alamat di Medan, 6. Pekerjaan orangtua, 7. Penghasilan orangtua, 8. No HP yang dapat dihubungi

Demikianlah kami umumkan untuk dapat dimaklumi.


*Format tersedia

Medan, 06 Februari 2012
a.n. Dekan
Pembantu Dekan III


Dr. Daulat Saragi, M. Hum.
NIP. 19641107 199103 1010


Further information:
UKMIerzz FBS

Jun 15, 2011

Announcement:

1. Pembayaran SPP Mahasiswa Lama 20 Juni-29 Juli 2011.
2. KRS Online 25 Juli-12 Agustus 2011.
3. PPL 25 Juli-15 Oktober 2011.
4. PAMB 10, 11, 12 Agustus 2011.
5. Perkuliahan Semester Ganjil 15 Agustus-17 Desember 2011.
6. Libur Idul Fitri 26 Agustus-03 September 2011.
7. Wisuda 19-20 Oktober 2011.

Dto.
a.n. Rektor Universitas Negeri Medan
PR I Universitas Negeri Medan

Apr 11, 2011

Belajar Gerund (Part 1)

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Apa kabar sobat UKMI sekalian??

Alhamdulillah kita masih diberikan nikmat hidup, nikmat bernafas, nikmat belajar, nikmat berdakwah sehingga hari demi hari dapat kita jalani dengan penuh syukur dan nikmat.

Shawalat beriring salam juga lupa kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassallam yang telah mengantarkan kita ke zaman yang penuh dengan nikmat iman dan Islam.

Mmh…Kali ini kami dari redaksi akan membagi sedikit pengetahuan kami kepada sobat UKMI sekalian (ingat!! ilmu itu akan lebih berharga ketika kita dapat membaginya ke orang lain) mengenai Gerund (Kata kerja yang dibendakan). Yuuuk kita lihat… 

Gerund adalah kata kerja (verb) yang berfungsi sebagai kata benda (noun). Gerund adalah bentuk dari Verb + ing. Bila ada noun yang murni, jangan mempergunakan Gerung.
Cth : Help = pertolongan (disini help adalah noun, jadi janganlah mengubahnya menjadi helping).

Fungsi Gerund:
1. Sebagai Subject = setiap verb yang berfungsi sebagai subject haruslah menjadi gerund.
E.g. : - Smoking too much is bad for our health.
- Learning continuously is good for our improvement.

2. Sebagai Nominal predicate.
E.g. : - Swimming is moving in the water.
- Listening is hearing for some voice.

3. Sebagai object.
Ada beberapa kata kerja yang diikuti oleh gerund, dimana posisi gerund di sini adalah sebagai object.
Beberapa kata itu adalah:
- Avoid = menghindari
- Appreciate = menghargai
- Pardon = memaafkan
- Miss = gagal
- Delay = menunda
- Detest = menjijikkan
- Enjoy = menikmati
- Escape = lolos
- Excuse = memaafkan
- Fancy = membayangkan
- Finish = menyelesaikan
- Give up = menyerah
- Risk = mempertaruhkan
- Mind = keberatan
- Understand = mengerti
- Suggest = menyarankan
- Deny = menolak
- Postpone = menunda
- To be Used to = sudah terbiasa
- To be accustomed to = sudah biasa
- To object to = keberatan
- To look forward to = ingin akan
- To be opposed to = anti
- Help = menolong
- Like = menyukai
- Love = menyayangi
- Stop = berhenti
- Start = mulai
- It’s worth = ada harganya
- It’s no use = tidak berguna
- There’s no = tidak ada
E.g. : - I avoid going to campus.
- He can’t stop laughing.
- Dian likes swimming.

4. Sesudah preposition (before, after, for, to, when, while, etc).
E.g. : - I always wash my hand before eating food.
- After doing the assignment, I go to bad.

Hmm..ada yang bingung??? Sebenarnya pelajaran tentang gerund ini masiih luaas sekali..
So, tetap lah bersama kamii..
hehhe
Akan kita sambung lagi di segmen berikutnyaa..
Semangat belajar!!
Oh ya…terima kritik, saran, dan pertanyaan…
Terima kasiih..
Assalamu’alaikum….

Mar 14, 2011

PMW…. PMW….. PMW, apaan tuh????


PMW (Pengembangan Mahasiswa Wirausaha) adalah salah satu program dari pemerintah yang diperuntukkan khusus untuk mahasiswa yang memiliki usaha atau memiliki idea atau gagasan untuk membuka usaha.
Bingung???

Oke oke… pelan pelan saja.
Artinya gini, pemerintah kan udah mengalokasikan dana sekian persen untuk pengembangan pendidikan. Nah salah satu cara yang dilakukan pemerintah tuk ‘menghabiskan’ dana itu adalah mengalokasikannya ke sebuah acara yang cukup menguji nyali mahasiswa. Jadi, diharapkan dana tersebut tidak diberikan begitu saja.  Dana tersebut tidak akan habis begitu saja tanpa ada wujud nyata dari bantuan yang diberikan pemerintah. Ini juga akan memberi pemahaman kepada mahaiswa baghwa ternyata memperoleh uang itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus ada usaha yang dilakukan, seperti halnya orang tua yang bekerja benting tulanng untuk memdaatkan dana demi biaya kuliah anak- anaknya. 

Hmmm, trus selain itu juga, ternyata pemerintah kita sangat peduli akan masa depan mahasiswa. Dari program ini, mahasiswa diharapkan memiliki usaha ssendiri. “Sukses sebelum lulus kuliah”, seperti judul buku best seller yang sangat memotivasi. Kondisi di Negara kita juga tentu sangat mengaharapkan lahirnya para job creator, bukan hanya job seeker  seperti yang saat ini terjadi. Mahaiswa, yang dianggap punya kelebihan dari mereka yang hanya tamat sekolah menengah, menjadi sasaran yang tepat untuk program ini. Pemikiran yang kreatif dan kritis dari seorang mahasiswa sudah dikenal sejak dahulu. Tumbangnya rezim Soeharto juga dipelopori oleh mahasiswa. Jadi, mahasiswa yang wisuda cepat maupun mereka yang terlambat sedikit sangat diharapkan untuk tidak lagi sibuk mempersiapkan berkas- berkas lamaran kerja. Namun mempersiapkan lapangan kerja , (tarik nafas, berhenti sejenak.)
Gitu temen- temen… sedikit tadi tentang  PMW  kita.
Nah, selanjutnya gmn??

Oke, jadi biasanyaengumuman penerimaan proposal  PMW  akan ditempel sekitar bulan Maret- April. Dan siap- siap aja dari sekarang.
Jangan sampe kita sia- siakan kesempatan ini.. itu HaK kita, Guys!
 Ikuti terusssss yaaaaaJ..
Cekidot!
(11/03san)

Feb 21, 2011

Cara Mudah Mendapatkan Nilai A dalam Kuliah

By : Arif Hifzul
(Bahasa Jerman '09/ Koord. UKMI FBS 2010- 2011)


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatu...
Semoga rahmatNya masih tetap tercurah kepada kita, insan yang selalau bersyukur...
Salawat berangkaikan salam juga tak lupa kita hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam (Allahumma Shalli wa Salim 'alaik).


Nilai A … 
wooouw…
Itu merupakan impian dari semua mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di seluruh Perguruan Tinggi atau Univesitas.

Saya memiliki tips bagaimana mendapat nilai A dalam mata kuliah yang sulit pun… bagi yang mau silahkan baca tips-nya. Ok
1. Pada umumnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Univesitas memiliki pertemuan perkuliahan sebanyak 16 Pertemuan, untuk jam-nya tergantung dari jumlah SKS dari setiap mata kuliah. Pada langkah ini kita sebagai mahasiswa sebaiknya selalu hadir dalam 16 pertemuan tersebut.

2. Untuk semua Universitas yang ada di Indonesia pasti setiap dosen-dosen mata kuliahnya selalu memberikan tugas, sebagai mahasiswa yang baik kita harus mengerjakan dan memasukan semua tugas tepat waktu, jangan lupa tugasnya harus dikerjakan sebaik mungkin.

3. Langkah ke-3 ini menurut saya yang paling penting “ingat, langkah 1 dan 2 juga pening” ok, lanjut dalam setiap perkuliahan untuk mata kuliah pastinya memiliki Ujian Tengah Semeter (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), sebagai mahasiswa yang ingin dapat nilai Baik dan A kita harus mengikuti kedua test tersebut. UTS dan UAS tentunya kita sudah belajar dirumah atau tempat kost, nantinya kita akan mudah dalam pengerjaan soal “setiap soal harus kita jawab dengan benar” ok.

Hehehehehh kayaknya untuk mendapat nilai A gampang-gampang susah yah…
Eeehh hampir lupa ada satu langkah yang tidak kalah penting.. tetapi langkah ini tidak termasuk dalam tahapan formal perkuliahan. Yaitu Kedekatan kita dengan Dosen, sebaiknya kita sebagai mahasiswa harus memiliki hubungan atau relasi yang baik dengan Dosen, tetapi ingat kita juga jangan terlalu dekat sekali, nantinya akan timbul cerita-cerita negative dikalangan mahasiswa. Ok.

Jadi diinget yah :
1. Selalu hadir dalam 16 pertemuan yang sudah ditetapkan
2. Masukan tugas tepat waktu dan dikerjakan dengan baik.
3. Mengikuti UTS dan UAS tapi jawabnya harus yang benar.


nb : jika bermanfaat silakan tinggalkan komentar anda.
       Salam Sukses Slalu... :)
       _Terima kasih_

Jan 21, 2011

Ngampus gak Sebatas Status

Mahasiswa. Itulah salah satu pembeda kita yang sekarang dan kita yang dulu. Tentu kita tidak ingin kembali ke masa-masa SMA, SMP, atau SD, apalagi TK!. Trus apa yang harus kita pahami sbg mahasiswa?? Yup! Yaitu makna Belajar itu sendiri!!
Sebenarnya kita itu ‘Pembelajar’ atau ‘Pengumpul Nilai’? Belajar itu seumur hidup, kawan!! Dalam setiap proses belajar, kita senantiasa mengumpulkan “ puzzle-puzzle” ilmu, yang kelak akan kita susun menjadi gambaran kehidupan kita yang indah nan berkesan. Emang apa yang membedakan antara pembelajar dan pengumpul nilai??
Jika kita adalah seorang pembelajar, maka kita akan sangat menghargai setiap hal yang kita dengar, kita rasa dan kita pikirkan. Pembelajar tidak akan pernah merasa dirinya telah ‘pandai’. Bahkan bisa dibilang ‘semakin ia berilmu, semakin ia merasa bodoh (lho???) Ya iyyalah, seseorang yang tahu sesuatu, akan menemukan suatu hal lain yang belum ia ketahui. Hal inilah yang mendorong seorang ‘pembelajar’ untuk terus belajar.
Sebaliknya, pengumpul nilai akan merasa’puas’ jika berhasil mendapatkan nilai A atau B, tidak peduli bagaimana cara ia mendapatkan nilai tersebut. Bisa kebayang kan apa jadinya?( nyemai benih koruptor itu namanya!!!!).
So, what’re d’ characteristics of ‘pembelajar sejati’?
Pertama, perseverance alias tekun, penuh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini bisa diibaratkan bila kita minum air laut, semakin banyak minum semakin haus. Maka pembelajar sejati akan semakin ingin tahu seiring proses belajarnya.
Kedua, menghargai proses. Ia menghargai prosesnya memahami sesuatu. Ia punya prinsip bahwa Allah tidak melihat hasilnya, namun usaha yg dilakukannya..(hmm, dah cerdas, soleh pulaJ). Proses adalah sesuatu yang dinikmatinya dan hasil adalah sesuatu yang sifatnya subjektif. Tak jarang pula bahwa prosesnya lebih berharga dari hasilnya.
Ketiga, menganggap setiap tempat adalah sekolah. Kenapa? Karena pada dasarnya belajar adalah sebuah aktifitas, bukan tempat. Jadi dimanapun kita berada, tidak menghalangi proses belajar kita! Bahkan dengan menjadikan semua tempat sebagai kampus, kita bisa berlatih menganalisa, memahami dan yang paling penting nie.. ikut mengalami kejadian tersebut!! Hal ini akan memberikan rasa yang berbeda dan lebih berkesan.
Keempat, menganggap setiap orang adalah sumber ilmu. Seorang pembelajar sangat menghargai setiap orang yang ditemuinya, yang berbicara dengannya, maupun yang memintanya mendengar. Karena pembelajar≠tidak sombong.
Kelima, memperbaiki diri. Jadi bisa dibilang, setiap tempat adalah tempat untuk belajar dan setiap waktu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. (Siiip)
Keenam, berprasangka baik terhadap kritik. Semakin kita di kritik semakin tahu kesalahan kita dan akan membuat kita jauh dari kesalahan yang sama dimasa yang akan datang. Karena memang orang beriman itu seyogyanya tidak melakukan kesilapan yg sama berulang kali.
Ketujuh, care. Pembelajar bukanlah orang yang cuek terhadap lingkungannya. Ia tumbuh menjadi orang yang peduli sekitar karena ia belajar dari sekitar. Kepedulian tersebut akan menuntunnya pada aktifitas berpikir sehat dan membantu orang lain untuk bisa demikian.
Kedelapan, energik!. Ia beraktifitas penuh dengan semangat, karena ia melakukan aktifitas yang ia senangi. Ia tak kan pernah merasakan kegagalan dalam belajar selama ia terus belajar.
Yap, ada 8 ciri pembelajar sejati versi penulis, versi kamu??
Above all, “setiap tempat adalah tempat belajar dan setiap waktu adalah proses untuk memperbaiki diri”. Moga brmanfaat.. (san, dari berbagai sumber)
 
http://penulismudasukses.blogspot.com/2010/10/ngampus-gak-sebatas-status.html



Dec 4, 2010


Persiapan untuk seleksi beasiswa S2 ke Jepang...
by Danang Ambar Prabowo Dua on Saturday, December 4, 2010 at 11:42am
Bissmillah…
Berhubung akhir-akhir ini banyak yang menanyakan hal yang kurang lebih sama kepada saya:
“…Apa yang kira-kira perlu disiapkan untuk bisa mendapatkan beasiswa S2 ke Jepang…?”

Insya Allah akan saya uraikan jawabannya di sini, insya Allah.
Hajimemashou…
Persiapan yang baik adalah persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari secara matang dan terencana. Namun jika Anda baru menyiapkan sekarang-sekarang ini, insya Allah tetap bisa mencobanya.
Hal yang perlu disiapkan:
  1. Persiapan mental dan spiritual.
 Jika Anda saat ini adalah mahasiswa tingkat awal (1, 2, dan 3)… maka Anda masih memiliki waktu yang sangat cukup untuk menyiapkan diri. Jika Anda adalah mahasiswa tahun terakhir atau bahkan sudah lulus... insya Allah Anda masih bisa mencoba dan mempersiapkan diri. Persiapan yang diperlukan di sini adalah terkait dengan pembentukan karakter, pola pikir, dan manajemen diri. Mungkin akan ada yang menyeletuk:

“Walah mau persiapan sekolah ke luar negeri aja repot gitu…?”
Maka saya dengan tegas akan menjawab:
“Ya tentu, agar kita tidak repot sendirinya nanti selama di sana”.

Pembentukan karakter ini penting agar setiap orang nantinya memiliki komitmen dan prinsip diri selama berada di negeri asing. Tidak melebur dan hancur, namun mampu menyerap hal-hal positif selama di sana, mengembangkannya, dan mendayagunakannya untuk hal-hal yang lebih baik nantinya.

Pembentukan karakter dan pola pikir juga bermaksud agar masing-masing orang yang ingin studi di luar negeri nantinya tidak hanya berpikir bahwa ke sana itu hanya sekedar “jalan-jalan, gengsi, menikmati budaya, merasakan berbagai musim dan lainnya”... namun agar setiap individu sadar bahwa tujuan ke negeri di luar sana adalah untuk: BELAJAR. Bahwa di balik indahnya “jalan-jalan” menikmati sakura, tebalnya salju, indahnya musim gugur, atau budaya Jepang yang sangat khas... ada sebuah tanggung jawab besar yang jauh lebih penting yaitu bagaimana bisa menyelesaikan studi dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan. Perbedaan pola pikir dan pola kerja antara Jepang dan Indonesia...inilah Character Shock utama yang pasti akan dirasakan, namun justru jarang dipersiapkan dalam menghadapinya.

Anda bisa memulai persiapan tahap ini dengan melatih diri untuk hidup secara teratur, terencana, kerja keras dan disiplin. Di Jepang nantinya Anda mungkin akan berhadapan dengan kondisi akademis yang berbeda. Jika basis Anda nantinya adalah penelitian di Lab, bisa jadi keseharian Anda nantinya hanya akan dipenuhi dengan kegiatan di Lab yang kadang terasa monoton dan menjemukan. Dari pagi hingga malam, bahkan ketika Anda tidak ada kegiatan khusus di Lab pun... Anda akan merasakan bahwa Anda harus berada di Lab. Bahkan kadang ketika sabtu dan minggu sekalipun. Meski nantinya hal seperti ini sifatnya kondisional tergantung Lab Anda sendiri.

So... biasakan diri Anda dengan kondisi-kondisi seperti ini, kerja keras berdasarkan target dan rencana, hidup teratur (misal membiasakan membuang sampah pada tempat sampah, memisahkan sampah berdasarkan jenisnya) dan lainnya. Insya Allah itu akan sangat membantu Anda nantinya.

2.    Persiapan Kemampuan Diri / Skills
Hal pertama yang perlu disiapkan adalah: Kemampuan Komunikasi. Dalam hal ini paling tidak bahasa Inggris. Zaman sekarang berbahasa secara pasif saja tidaklah cukup, harus dilengkapi keaktifan berkomunikasi secara verbal. Dan ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Jika Anda punya alokasi dana untuk ikut kursus Bahasa Inggris, maka saya sarankan untuk ikut. Pilih kursus yang benar-benar bisa membantu Anda meningkatkan kemampuan Anda berbahasa Inggris. Beruntunglah mereka yang sejak SD atau SMP mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, memahami bahwa bahasa Inggris suatu saat nanti akan sangat diperlukan, sehingga kemudian benar-benar serius mendalaminya dan mendapatkan manfaatnya sekarang.

Sayangnya banyak yang ketika SD – SMA dapat pelajaran Bahasa Inggris, namun justru main-main dan baru menyadari sekarang bahwa ternyata bahasa Inggris benar-benar diperlukan. Semoga Anda tidak termasuk di dalam kelompok orang-orang ini.

Namun cukupkah pasif dan aktif dalam berbahasa Inggris? Ternyata belum... karena rata-rata persyaratan yang diajukan oleh pemberi beasiswa saat ini biasanya mencantumkan adanya bukti resmi kemampuan berbahasa Inggris ini. Misalnya TOEFL, TOEIC, atau IELTS dengan standar skor yang telah ditetapkan oleh pemberi beasiswa. Misalnya untuk TOEFL... biasanya yang diminta adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakui secara resmi secara internasional dengan skor minimal rata-rata adalah 550.

Dan bagi sebagian orang hal ini memerlukan perjuangan ekstra dalam mencapainya bukan hanya mempersiapkan untuk memenuhi standar minium skor tersebut... tapi juga finansial untuk bisa mendaftar mengikuti tes-nya.
So... persiapkan yang terbaik secara matang dan terencana... jauh-jauh hari.

Apakah kemampuan bahasa Jepang diperlukan dalam seleksi? Tentang ini sifatnya kondisional dari masing-masing panitia seleksi. Ada yang tidak mensyaratkan, ada yang mensyaratkan untuk lulus tes kemampuan bahasa Jepang setelah nanti berada di Jepang, dan lain-lain. Jika memang punya basic bahasa Jepang, alhamdulillah itu akan jauh lebih baik nantinya.

Kemampuan berkomunikasi akan sangat membantu Anda nantinya dalam survival selama di Jepang. Bahkan jauh hari sebelum berada di Jepang, misalnya komunikasi dengan calon Professor.

Hal kedua adalah... persiapan skill yang sesuai dengan bidang Anda saat ini atau bidang yang akan diambil nantinya ketika di Jepang. Misalnya... Jika Anda adalah mahasiswa biologi... maka paling tidak Anda memiliki skill dalam bidang anatomi makhluk hidup. Jika nantinya kerja Anda akan banyak di Lab... Anda harus menyiapkan diri untuk dapat memenuhi ketentuan perilaku di Lab (Laboratory Manner)... dan itupun membutuhkan skill.

3. Persiapkan Proposal / rencana penelitian dan studi
Ini merupakan syarat utama yang pasti selalu ada ketika Anda ingin melamar beasiswa studi S2 ke Jepang atau negara lainnya. Tentunya dalam bahasa Inggris. Bahkan gagasan utama dalam rencana riset/studi ini bisa menjadi penentu lolos atau tidaknya Anda untuk diseleksi.

Menyusun proposal riset itu gampang-gampang-mudah. Tergantung dari masing-masing individunya. Mengenai detail penyusunan proposal riset pasti dapat Anda temukan di kampus Anda masing-masing. Jadi silakan bertanya ke dosen atau kakak kelas yang saat ini sedang menyusun tugas akhir tentang hal ini.

Yang jelas, usahakan menyusun tema proposal riset ini yang sesuai dengan bidang Lab / Prof yang ingin Anda tuju dan sebaiknya berkaitan dengan bidang S1 anda saat ini. Itu akan mempengaruhi penilaian. Dari mana datangnya ide? Dari membaca buku, jurnal ilmiah, majalah, diskusi dengan dosen atau kakak kelas, dan lainnya. So persiapkan dengan cara terbaik.

4. Persiapkan Calon Professor (Sensei) yang akan dituju
Di Jepang, kedudukan Professor atau Sensei terhadap mahasiswanya (khusunya anggota Lab-nya) itu sangat penting. Bahkan ada istilah “guyonan serius” : “Nasib studimu di Jepang itu berada di tangan Sensei”.

Hal ini wajar karena memang sensei-lah yang menjadi guarantor kita selama studi di Jepang. Jika sensei sudah mengatakan: “Oke saya akan mengundang Anda untuk studi di Lab saya”... maka insya Allah Anda sudah mendapatkan tiket untuk studi ke Jepang. Oleh karena itu carilah Prof / Sensei sejak jauh2 hari.

Bagaimana mencari sensei yang tepat? Banyak caranya, yang saya lakukan adalah mencari alamat email masing-masing sensei di situs universitasnya. Saya baca publikasi dan bidang keahliannya. Jika cocok, saya kemudian mengirimkan email beserta proposal riset yang sudah saya buat sebelumnya.

Terkadang butuh proses dan kesabaran. Saya butuh waktu 2 tahunan untuk mendapatkan sensei yang tepat. Orang lain mungkin bisa mendapatkan lebih cepat. Semuanya kondisional. Yang pasti harus diusahakan. Lebih detailnya tentang ini bisa Anda baca di tulisan saya yang berjudul:

“A Roads to Dreams: Pedoman Melanjutkan S2 ke Jepang” di Blog saya : www.danangap7.multiply.com

5.    Persiapkan surat rekomendasi dari dosen/universitas
Di Jepang, surat rekomendasi memiliki peran penting dalam menilai calon mahasiswa. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memiliki seseorang yang mengenal Anda dengan dekat (Dosen / Pejabat Kampus) yang bisa merekomendasikan diri Anda secara kuat ke calon Prof / Universitas / Panitia Seleksi.

Anda bisa menyiapkan diri dengan membangun hubungan yang baik dengan dosen Anda di kampus, mulai dari sekarang.

6.    Persiapkan untuk mendaftar seleksi beasiswa
Anda bisa mengikuti berbagai macam seleksi beasiswa. Selama Anda tahu info kapan pembukaan seleksi itu dibuka. Anda bisa mencari tahu di situs kedutaan Jepang, situs perusahaan Jepang (misal Panasonic, Fujitsu, Hitachi, dll), bisa dari pengumuman di kampus, diskusi dengan dosen atau kakak kelas, atau lainnya. Anda bisa mencoba cara saya yaitu nyari satu-satu di Google... meski butuh usaha ekstra juga.

Namun biasanya pembukaan seleksi diadakan akhir tahun atau antara bulan Januari-Mei. So, mulailah mencari dan mengumpulkan info dari sekarang. Setelah menemukan infonya... jangan lupa membaca seluruh ketentuan syarat detailnya dan penuhi syarat-syarat itu tanpa kecuali. Meski kadang butuh usaha dan pengorbanan ekstra untuk memenuhinya.

Mungkin demikian gambaran umumnya yang bisa saya jelaskan. Jika ada yang kurang jelas, silakan bisa ditanyakan. Jika ada rekan-rekan lain yang ingin menambahkan, dipersilahkan juga dengan sangat. Jika ada yang keliru mohon koreksiannya.

Note Tambahan:

Saya sering sekali mendengar/membaca keluhan seperti ini:

“... saya hanya orang pelosok, IPK saya kecil, saya gak punya dana, saya orangnya kuper, saya gak bisa bahasa Inggris, saya gak punya prestasi apa-apa, saya minder, bla, bla, bla... Apa mungkin saya bisa???”

Pokoke seluruh keluhan tentang kondisi dirinya keluar. Hanya satu tanggapan yang akan saya berikan:

“Hanya Anda yang tahu jawabannya... Sesungguhnya Allah itu sesuai dengan prasangkaan hamba-Nya”

Saya bukan ingin sekedar "menyindir"... namun berusaha menyadarkan setiap orang yang membaca tulisan ini dan masih memiliki pikiran seperti itu:

"Selama Anda berani dan mau mencoba, insya Allah akan ada jalan".

Saya termasuk "alumni" orang-orang yang dulu sering tidak PD dengan kondisi diri dan selalu merasa minder dibandingkan orang lain yang "terlihat" lebih "hebat". Padahal... tanpa saya sadari... orang-orang yang telihat "hebat" itupun memliki pikiran yang sama tentang diri saya... bahwa di mata mereka saya pun bisa "terlihat hebat". Ternyata Allah memberikan semua orang kesempatan yang sama untuk mencoba... yang membedakan kemudian adalah niat, kemauan, dan aksi yang kita ambil setelahnya!

Jangan jadikan kondisi diri Anda sebagai alasan untuk membuat diri Anda sendiri ragu. Jangan sampai Anda memelas untuk dikasihani karena kondisi Anda itu. Tahukah Anda bahwa kebanyakan orang jatuh bukan karena orang lain... tapi karena dirinya sendiri yang menjatuhkan. Mengeluh gak akan menyelesaikan masalah. Cari solusinya, karena Allah memberikan masalah sepaket dengan solusinya. Syaratnya adalah mau mencarinya atau tidak.

Jangan mendramatisir keadaan Anda dan... please jangan lebay !! No offense... :)
Hehehe... Ganbare...

“Man Jadda wa Jadda... Siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil...