Pages

Feb 21, 2011

Cara Mudah Mendapatkan Nilai A dalam Kuliah

By : Arif Hifzul
(Bahasa Jerman '09/ Koord. UKMI FBS 2010- 2011)


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatu...
Semoga rahmatNya masih tetap tercurah kepada kita, insan yang selalau bersyukur...
Salawat berangkaikan salam juga tak lupa kita hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam (Allahumma Shalli wa Salim 'alaik).


Nilai A … 
wooouw…
Itu merupakan impian dari semua mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di seluruh Perguruan Tinggi atau Univesitas.

Saya memiliki tips bagaimana mendapat nilai A dalam mata kuliah yang sulit pun… bagi yang mau silahkan baca tips-nya. Ok
1. Pada umumnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Univesitas memiliki pertemuan perkuliahan sebanyak 16 Pertemuan, untuk jam-nya tergantung dari jumlah SKS dari setiap mata kuliah. Pada langkah ini kita sebagai mahasiswa sebaiknya selalu hadir dalam 16 pertemuan tersebut.

2. Untuk semua Universitas yang ada di Indonesia pasti setiap dosen-dosen mata kuliahnya selalu memberikan tugas, sebagai mahasiswa yang baik kita harus mengerjakan dan memasukan semua tugas tepat waktu, jangan lupa tugasnya harus dikerjakan sebaik mungkin.

3. Langkah ke-3 ini menurut saya yang paling penting “ingat, langkah 1 dan 2 juga pening” ok, lanjut dalam setiap perkuliahan untuk mata kuliah pastinya memiliki Ujian Tengah Semeter (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), sebagai mahasiswa yang ingin dapat nilai Baik dan A kita harus mengikuti kedua test tersebut. UTS dan UAS tentunya kita sudah belajar dirumah atau tempat kost, nantinya kita akan mudah dalam pengerjaan soal “setiap soal harus kita jawab dengan benar” ok.

Hehehehehh kayaknya untuk mendapat nilai A gampang-gampang susah yah…
Eeehh hampir lupa ada satu langkah yang tidak kalah penting.. tetapi langkah ini tidak termasuk dalam tahapan formal perkuliahan. Yaitu Kedekatan kita dengan Dosen, sebaiknya kita sebagai mahasiswa harus memiliki hubungan atau relasi yang baik dengan Dosen, tetapi ingat kita juga jangan terlalu dekat sekali, nantinya akan timbul cerita-cerita negative dikalangan mahasiswa. Ok.

Jadi diinget yah :
1. Selalu hadir dalam 16 pertemuan yang sudah ditetapkan
2. Masukan tugas tepat waktu dan dikerjakan dengan baik.
3. Mengikuti UTS dan UAS tapi jawabnya harus yang benar.


nb : jika bermanfaat silakan tinggalkan komentar anda.
       Salam Sukses Slalu... :)
       _Terima kasih_

Jan 21, 2011

Ngampus gak Sebatas Status

Mahasiswa. Itulah salah satu pembeda kita yang sekarang dan kita yang dulu. Tentu kita tidak ingin kembali ke masa-masa SMA, SMP, atau SD, apalagi TK!. Trus apa yang harus kita pahami sbg mahasiswa?? Yup! Yaitu makna Belajar itu sendiri!!
Sebenarnya kita itu ‘Pembelajar’ atau ‘Pengumpul Nilai’? Belajar itu seumur hidup, kawan!! Dalam setiap proses belajar, kita senantiasa mengumpulkan “ puzzle-puzzle” ilmu, yang kelak akan kita susun menjadi gambaran kehidupan kita yang indah nan berkesan. Emang apa yang membedakan antara pembelajar dan pengumpul nilai??
Jika kita adalah seorang pembelajar, maka kita akan sangat menghargai setiap hal yang kita dengar, kita rasa dan kita pikirkan. Pembelajar tidak akan pernah merasa dirinya telah ‘pandai’. Bahkan bisa dibilang ‘semakin ia berilmu, semakin ia merasa bodoh (lho???) Ya iyyalah, seseorang yang tahu sesuatu, akan menemukan suatu hal lain yang belum ia ketahui. Hal inilah yang mendorong seorang ‘pembelajar’ untuk terus belajar.
Sebaliknya, pengumpul nilai akan merasa’puas’ jika berhasil mendapatkan nilai A atau B, tidak peduli bagaimana cara ia mendapatkan nilai tersebut. Bisa kebayang kan apa jadinya?( nyemai benih koruptor itu namanya!!!!).
So, what’re d’ characteristics of ‘pembelajar sejati’?
Pertama, perseverance alias tekun, penuh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini bisa diibaratkan bila kita minum air laut, semakin banyak minum semakin haus. Maka pembelajar sejati akan semakin ingin tahu seiring proses belajarnya.
Kedua, menghargai proses. Ia menghargai prosesnya memahami sesuatu. Ia punya prinsip bahwa Allah tidak melihat hasilnya, namun usaha yg dilakukannya..(hmm, dah cerdas, soleh pulaJ). Proses adalah sesuatu yang dinikmatinya dan hasil adalah sesuatu yang sifatnya subjektif. Tak jarang pula bahwa prosesnya lebih berharga dari hasilnya.
Ketiga, menganggap setiap tempat adalah sekolah. Kenapa? Karena pada dasarnya belajar adalah sebuah aktifitas, bukan tempat. Jadi dimanapun kita berada, tidak menghalangi proses belajar kita! Bahkan dengan menjadikan semua tempat sebagai kampus, kita bisa berlatih menganalisa, memahami dan yang paling penting nie.. ikut mengalami kejadian tersebut!! Hal ini akan memberikan rasa yang berbeda dan lebih berkesan.
Keempat, menganggap setiap orang adalah sumber ilmu. Seorang pembelajar sangat menghargai setiap orang yang ditemuinya, yang berbicara dengannya, maupun yang memintanya mendengar. Karena pembelajar≠tidak sombong.
Kelima, memperbaiki diri. Jadi bisa dibilang, setiap tempat adalah tempat untuk belajar dan setiap waktu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. (Siiip)
Keenam, berprasangka baik terhadap kritik. Semakin kita di kritik semakin tahu kesalahan kita dan akan membuat kita jauh dari kesalahan yang sama dimasa yang akan datang. Karena memang orang beriman itu seyogyanya tidak melakukan kesilapan yg sama berulang kali.
Ketujuh, care. Pembelajar bukanlah orang yang cuek terhadap lingkungannya. Ia tumbuh menjadi orang yang peduli sekitar karena ia belajar dari sekitar. Kepedulian tersebut akan menuntunnya pada aktifitas berpikir sehat dan membantu orang lain untuk bisa demikian.
Kedelapan, energik!. Ia beraktifitas penuh dengan semangat, karena ia melakukan aktifitas yang ia senangi. Ia tak kan pernah merasakan kegagalan dalam belajar selama ia terus belajar.
Yap, ada 8 ciri pembelajar sejati versi penulis, versi kamu??
Above all, “setiap tempat adalah tempat belajar dan setiap waktu adalah proses untuk memperbaiki diri”. Moga brmanfaat.. (san, dari berbagai sumber)
 
http://penulismudasukses.blogspot.com/2010/10/ngampus-gak-sebatas-status.html



Jan 13, 2011

Umar Bin Khattab


Latar belakang
Nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, dilahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Ayahnya bernama Khaththab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan bathil.
Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal, karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.
Sebelum memeluk Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".
Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali. Tetapi, setelah masuk Islam, belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.
Memeluk Islam
Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW, Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya.
Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu'aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.
Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur'an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur'an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.
Kehidupan di Madinah
Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yatsrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW
Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.
Meninggalnya Nabi Muhammad
Setelah sakit dalam beberapa minggu, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari senin tanggal 8 Juni 632 (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah.
Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal)
Abu Bakar yang kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar kabar itu lantas bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan lantas mengatakan.
"Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, Allah hidup selalu tak pernah mati."
Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur'an :
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (surat Ali 'Imran ayat 144)
Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.
Masa kekhalifahan Abu Bakar
Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk menggantikannya.
Menjadi khalifah
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.
Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.
Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.
Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
Meninggal
Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah salah seorang warga Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara digdaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.
Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan wasiat yaitu:
  1. Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
  2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
  3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah ALLAH SWT. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain ALLAH SWT.
  4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
  5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
  6. Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab

Perkembangan Islam di Eropa


Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat
secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah
penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang angka ini telah
mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah
Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus
bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan
yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang
terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang
mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena
yang menonjol terutama setelah serangan terhadap World Trade Center
pada tanggal 11 September 2001.

Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim,
tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga
Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama
macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah
yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum
Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan
ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang
berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar
pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah
alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak
kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual,
yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada
Islam.

Berbagai media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan
Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-
menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini
tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi
dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat
Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini
dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu
kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul
"Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas
laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis.
Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk
Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca
peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang
memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun
lalu saja.

Gereja Katolik dan Perkembangan Islam

Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu
lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan
agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999
muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta
Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama
konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di
Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis
keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim
mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi
terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan
rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya
pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun
persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl
Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan
internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani,
dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak
memiliki dasar.

Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan
Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun
1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah
penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan
bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini:
3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan
selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka
ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa.
Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun
1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat
memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu
pusat utama perkembangan Islam.

Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa

Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak
boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-
baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak
terpisahkan dari Eropa.
Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-
abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan
kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), memungkinkan terjadinya
hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar
sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama
perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-
benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di
bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain,
kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas
dan kemampuan hebat dalam membangun.

Dalam Al Qur'an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim
mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu
pijakan yang disepakati bersama:

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat
(ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa
tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan
sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang
lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah
kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang
berserah diri (kepada Allah)" (QS. Ali 'Imran, 3: 64)

Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan

Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat
suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin
menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini
menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali
baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan
memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur'an akan tersebar
luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini
telah dikabarkan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu:

"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut
(ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain
menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak
menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa)
petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas
segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai." (QS. At
Taubah, 9: 32-33)

Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-
orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW
menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur'an akan meliputi dunia. Di masa-
masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami
sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan,
peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak
merajalela. Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan
akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya
gelombang air laut pasang.

Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran,
keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan
akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di
mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih
sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya, Rasulullah SAW
mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui
perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk
menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran
akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan
menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan
agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al
Qur'an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan
kesejahteraan di seluruh dunia. Kebangkitan Islam yang sedang dialami
dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda
penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur'an dan dalam hadits
Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan
memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.
http://newsgroups.derkeiler.com/Archive/Soc/soc.culture.indonesia/2007-12/msg01601.html