Pages

Mar 3, 2011

Salam Redaksi Mading



Assalamu’alaikum Wr. Wb
Sobat Ukmi FBs…
Alhamdulillah, kepada Allah kita bersyukur, memuji, meminta pertolongan dan ampunan. Kita berlindung kepadaNya dari keburukan jiwa dan kejahatan diri kita. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tak seorang pun dapat menyesatkan. Dan siapapun yang disesatkan, tak seorang pun yang dapat member petunjuk padanya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan orang- orang yang mengikuti sunnah beliau.

Sobat UKMI FBS.

Ada sebuah semangat yang tidak boleh hilang dari kamus kehidupan kita, semangat itu adalah semangat perbaikan.
2010 adalah tahun yang penug dengan ujian. Bagaimana tidak, dari awal hingga penghujung tahun ini negeri kita dilanda berbagai masalah yang tak kunjung henti. Rentetan musibah menjadi hal yang biasa dalam keseharian kita. Banjir, gunung meletus, bahkan tsunami kembali melanda negeri yang kita cintai ini. 

Dan musibah yang juga tidak dapat kita pungkiri adalah hilangnya rasa malu dari para pejabat kita, para pemimpin kita di atasan, korupsi merajalela di mana- mana. Dan mirisnya, kegiatan itu sepertinya bukan hal yang terlarang lagi, malah dibanggakan. Melakukan berulangkali dan belum ada tindakan jelas terhadap pelaku. Maka semakin buruklah citra negeri ini di hadapan Allah.

Berbeda orang, maka berbeda juga cara mereka menanggapi semua musibah yang menimpa ini. Sebagian hanya meratapi musibah yang menimpa dan menuntut besar kepada Sang Pencipta, sebagian hanya turut merasa iba tanpa ada tindakan nyata, sebagian malah hanya menganggap itu adalah ujian Allah bagi mereka yang sering berbuat kesalahan. Dan di manakah posisi kita? Ternyata ada satu golongan lagi yaitu mereka yang menerima ujian Allah dengan lapang dada, berusaha untuk memberi bantuan kepada mereka baik lewat doa dan bahkan secara materi. Semoga kita termasuk golonngan ini. 

Begitu juga dalam hal korupsi yang semakin menjadi- jadi. Sebagian mereka mengutuk para koruptor dengan kata- kata yang kurang ahsan, bahkan memberi ejekan- ejekandengan mengkaitkan para koruptor dengan berbagai hal yang menampilkan keebusukan mereka. Namun di balik itu, ada juga mereka yang terus berdoa semoga para koruptor dibukakan hatinya oleh Allah. Tidak adda umpatan yang keluar dari mulut mereka, hanya doa tulus yang tersampaiakan kepada saudaranya yang mungkin kala itu sedanng khilaf.

Dimanakah posisi kita dari kedua situasi tersebut??
Semoga kita selalu menyimpan semangat itu, semangat perbaiakan yang kelak kita tularkan kepada saudara kita.
Amin.
Nah, mading edisi ini akan mengupas tentang ‘Tebar Kebaikan, Panen Kemuliaan’.. hmm yang biasanya tebar pesona, yuk musing sebentar! Banting setir ke Tebar Kebaikan. Lebih mantap deh..

Ckckckkck, intip acara uKMI FBS…
Yups, buat kamu2 yang di dauroh edisi I kemaren gak sempat, atau sakit, atau bantu ortu, atau udah daftar tapi tiba- tiba ada kendala, atau yang belum ada niat sama sekali ,, nah kali ini UKMI undang teman2 kembali
..
Kesempatan kedua, gak biasanaya lho!
Kalo mau jadi anggota uKMI, kudu ikut yang ini niiiii..
Bakalan seru! Dipandu oleh master of training yang luarbiasa, dan di’ceramahi’ oleh pemaateri yang gak kalah keren, siiip dah..
Tuk info lebih lanjut:
-          Baca mading kita yaaaaa
-          Ikuti terus blog ukmi, iiiia
-          Fb gak ketinggln, singggahhhhiiin
-          Jumpain aja kakak/ abang ukmi yg dikenal.  Ada labelnya tuhhJ
-          Sering2 maen ke mushola  ..(solat maksudnya sekalian crita- crita , bukan gossip yaa)
-          Kudu rajin keputrian, charge batre yg udah seminggu tak dicassss
-          Hmm, terakhir. Smsin aja kakak/ abang di ukmi.. kl gak dibalas, lapor ke sini..(:

Akhir kata, semoga media mading ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya.
Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan mading ke depannya.

Semangat Perbaikan!

Tim Redaksi

Feb 21, 2011

Cara Mudah Mendapatkan Nilai A dalam Kuliah

By : Arif Hifzul
(Bahasa Jerman '09/ Koord. UKMI FBS 2010- 2011)


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatu...
Semoga rahmatNya masih tetap tercurah kepada kita, insan yang selalau bersyukur...
Salawat berangkaikan salam juga tak lupa kita hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasallam (Allahumma Shalli wa Salim 'alaik).


Nilai A … 
wooouw…
Itu merupakan impian dari semua mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di seluruh Perguruan Tinggi atau Univesitas.

Saya memiliki tips bagaimana mendapat nilai A dalam mata kuliah yang sulit pun… bagi yang mau silahkan baca tips-nya. Ok
1. Pada umumnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Univesitas memiliki pertemuan perkuliahan sebanyak 16 Pertemuan, untuk jam-nya tergantung dari jumlah SKS dari setiap mata kuliah. Pada langkah ini kita sebagai mahasiswa sebaiknya selalu hadir dalam 16 pertemuan tersebut.

2. Untuk semua Universitas yang ada di Indonesia pasti setiap dosen-dosen mata kuliahnya selalu memberikan tugas, sebagai mahasiswa yang baik kita harus mengerjakan dan memasukan semua tugas tepat waktu, jangan lupa tugasnya harus dikerjakan sebaik mungkin.

3. Langkah ke-3 ini menurut saya yang paling penting “ingat, langkah 1 dan 2 juga pening” ok, lanjut dalam setiap perkuliahan untuk mata kuliah pastinya memiliki Ujian Tengah Semeter (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), sebagai mahasiswa yang ingin dapat nilai Baik dan A kita harus mengikuti kedua test tersebut. UTS dan UAS tentunya kita sudah belajar dirumah atau tempat kost, nantinya kita akan mudah dalam pengerjaan soal “setiap soal harus kita jawab dengan benar” ok.

Hehehehehh kayaknya untuk mendapat nilai A gampang-gampang susah yah…
Eeehh hampir lupa ada satu langkah yang tidak kalah penting.. tetapi langkah ini tidak termasuk dalam tahapan formal perkuliahan. Yaitu Kedekatan kita dengan Dosen, sebaiknya kita sebagai mahasiswa harus memiliki hubungan atau relasi yang baik dengan Dosen, tetapi ingat kita juga jangan terlalu dekat sekali, nantinya akan timbul cerita-cerita negative dikalangan mahasiswa. Ok.

Jadi diinget yah :
1. Selalu hadir dalam 16 pertemuan yang sudah ditetapkan
2. Masukan tugas tepat waktu dan dikerjakan dengan baik.
3. Mengikuti UTS dan UAS tapi jawabnya harus yang benar.


nb : jika bermanfaat silakan tinggalkan komentar anda.
       Salam Sukses Slalu... :)
       _Terima kasih_

Jan 21, 2011

Ngampus gak Sebatas Status

Mahasiswa. Itulah salah satu pembeda kita yang sekarang dan kita yang dulu. Tentu kita tidak ingin kembali ke masa-masa SMA, SMP, atau SD, apalagi TK!. Trus apa yang harus kita pahami sbg mahasiswa?? Yup! Yaitu makna Belajar itu sendiri!!
Sebenarnya kita itu ‘Pembelajar’ atau ‘Pengumpul Nilai’? Belajar itu seumur hidup, kawan!! Dalam setiap proses belajar, kita senantiasa mengumpulkan “ puzzle-puzzle” ilmu, yang kelak akan kita susun menjadi gambaran kehidupan kita yang indah nan berkesan. Emang apa yang membedakan antara pembelajar dan pengumpul nilai??
Jika kita adalah seorang pembelajar, maka kita akan sangat menghargai setiap hal yang kita dengar, kita rasa dan kita pikirkan. Pembelajar tidak akan pernah merasa dirinya telah ‘pandai’. Bahkan bisa dibilang ‘semakin ia berilmu, semakin ia merasa bodoh (lho???) Ya iyyalah, seseorang yang tahu sesuatu, akan menemukan suatu hal lain yang belum ia ketahui. Hal inilah yang mendorong seorang ‘pembelajar’ untuk terus belajar.
Sebaliknya, pengumpul nilai akan merasa’puas’ jika berhasil mendapatkan nilai A atau B, tidak peduli bagaimana cara ia mendapatkan nilai tersebut. Bisa kebayang kan apa jadinya?( nyemai benih koruptor itu namanya!!!!).
So, what’re d’ characteristics of ‘pembelajar sejati’?
Pertama, perseverance alias tekun, penuh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini bisa diibaratkan bila kita minum air laut, semakin banyak minum semakin haus. Maka pembelajar sejati akan semakin ingin tahu seiring proses belajarnya.
Kedua, menghargai proses. Ia menghargai prosesnya memahami sesuatu. Ia punya prinsip bahwa Allah tidak melihat hasilnya, namun usaha yg dilakukannya..(hmm, dah cerdas, soleh pulaJ). Proses adalah sesuatu yang dinikmatinya dan hasil adalah sesuatu yang sifatnya subjektif. Tak jarang pula bahwa prosesnya lebih berharga dari hasilnya.
Ketiga, menganggap setiap tempat adalah sekolah. Kenapa? Karena pada dasarnya belajar adalah sebuah aktifitas, bukan tempat. Jadi dimanapun kita berada, tidak menghalangi proses belajar kita! Bahkan dengan menjadikan semua tempat sebagai kampus, kita bisa berlatih menganalisa, memahami dan yang paling penting nie.. ikut mengalami kejadian tersebut!! Hal ini akan memberikan rasa yang berbeda dan lebih berkesan.
Keempat, menganggap setiap orang adalah sumber ilmu. Seorang pembelajar sangat menghargai setiap orang yang ditemuinya, yang berbicara dengannya, maupun yang memintanya mendengar. Karena pembelajar≠tidak sombong.
Kelima, memperbaiki diri. Jadi bisa dibilang, setiap tempat adalah tempat untuk belajar dan setiap waktu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. (Siiip)
Keenam, berprasangka baik terhadap kritik. Semakin kita di kritik semakin tahu kesalahan kita dan akan membuat kita jauh dari kesalahan yang sama dimasa yang akan datang. Karena memang orang beriman itu seyogyanya tidak melakukan kesilapan yg sama berulang kali.
Ketujuh, care. Pembelajar bukanlah orang yang cuek terhadap lingkungannya. Ia tumbuh menjadi orang yang peduli sekitar karena ia belajar dari sekitar. Kepedulian tersebut akan menuntunnya pada aktifitas berpikir sehat dan membantu orang lain untuk bisa demikian.
Kedelapan, energik!. Ia beraktifitas penuh dengan semangat, karena ia melakukan aktifitas yang ia senangi. Ia tak kan pernah merasakan kegagalan dalam belajar selama ia terus belajar.
Yap, ada 8 ciri pembelajar sejati versi penulis, versi kamu??
Above all, “setiap tempat adalah tempat belajar dan setiap waktu adalah proses untuk memperbaiki diri”. Moga brmanfaat.. (san, dari berbagai sumber)
 
http://penulismudasukses.blogspot.com/2010/10/ngampus-gak-sebatas-status.html



Jan 13, 2011

Umar Bin Khattab


Latar belakang
Nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, dilahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Ayahnya bernama Khaththab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan bathil.
Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal, karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.
Sebelum memeluk Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".
Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali. Tetapi, setelah masuk Islam, belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.
Memeluk Islam
Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW, Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya.
Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu'aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.
Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur'an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur'an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.
Kehidupan di Madinah
Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yatsrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW
Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.
Meninggalnya Nabi Muhammad
Setelah sakit dalam beberapa minggu, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari senin tanggal 8 Juni 632 (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah.
Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal)
Abu Bakar yang kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar kabar itu lantas bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan lantas mengatakan.
"Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, Allah hidup selalu tak pernah mati."
Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur'an :
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (surat Ali 'Imran ayat 144)
Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.
Masa kekhalifahan Abu Bakar
Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk menggantikannya.
Menjadi khalifah
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.
Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.
Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.
Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
Meninggal
Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak pada saat ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah salah seorang warga Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara digdaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.
Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan wasiat yaitu:
  1. Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
  2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
  3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah ALLAH SWT. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain ALLAH SWT.
  4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
  5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
  6. Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab